Masjid

Syiar Sembelih Halal: Juru Sembelih Halal (JULEHA) Gelar Pelatihan di Masjid Hujan Assalam

Syiar Sembelih Halal: Juru Sembelih Halal (JULEHA) Gelar Pelatihan di Masjid Hujan Assalam
Juru Sembelih Halal Di Masjid Hujan Assalam

Tarakan, Kalimantan Utara — Dewan Pimpinan Wilayah Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) Kalimantan Utara kembali menggelar kegiatan syiar sembelih halal berupa pelatihan khusus bagi para Juru Sembelih Halal (Juleha). Kali ini, kegiatan diselenggarakan di Masjid Hujan Assalam dengan tema utama Cara Merawat Bilah (Pisau Sembelih).

Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber kompeten, yaitu Achmad Sholeh yang membawakan materi teknis perawatan bilah, serta tiga narasumber lainnya: Ustadz Juliansyah, Ustadz Al-Bahri, dan Ustadz Sahir yang turut memperkaya wawasan peserta dari sisi syariat dan manajemen penyembelihan halal.

Landasan Syar’i: Mengasah Pisau adalah Bagian dari Ibadah

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik pada segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan baik. Dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan baik, hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya, dan menyenangkan binatang sembelihannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi dasar utama mengapa ketajaman bilah bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari pemenuhan syariat Islam dalam proses penyembelihan hewan kurban maupun hewan konsumsi lainnya.

Empat Hal Utama dalam Merawat Bilah

Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan empat aspek penting yang wajib diperhatikan oleh setiap Juru Sembelih Halal dalam merawat bilah (pisau sembelih):

1. Mengenal Jenis Bahan Bilah (Jenis Baja)

Narasumber menjelaskan bahwa baja bilah terbagi menjadi dua jenis utama:

Baja Non-Stainless — baja dengan kadar karbon tinggi yang lebih mudah berkarat (korosi). Contohnya: Baja HSS Per, Baja Bohler K110, dan Baja S 600.

Baja Stainless — baja yang mengandung lapisan oksida kromium sehingga tahan terhadap karat. Contohnya: Baja Vanax, Baja Bohler N390, dan Baja Bohler N695.

Pemahaman jenis baja ini sangat penting karena berpengaruh langsung pada cara perawatan bilah setelah digunakan.

2. Cara Mengasah Bilah yang Benar

Qurban Berkah

Mengasah bilah bukan sekadar menajamkan pisau ini adalah bagian dari menegakkan syariat Allah SWT. Peserta diajarkan empat langkah dalam proses pengasahan:

Media Asah — Tersedia tiga jenis media asah yang dapat digunakan: batu asah, amplas, dan sharpening steel. Pemilihan media asah yang tepat menjadi penentu ketajaman bilah yang sesuai syariat.

Periksa Mata Bilah — Sebelum mengasah, kondisi mata bilah harus diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan pendekatan pengasahan yang tepat.

Sudut Asah — Menentukan sudut asah yang tepat adalah kunci. Tangan harus stabil selama proses pengasahan agar hasil optimal.

Stroping — Setelah bilah dirasa cukup tajam, gunakan stroping (dari kulit atau kain jeans) untuk menghilangkan bur (gram/sisa logam halus) di mata bilah, sekaligus meningkatkan performa ketajaman.

Tahapan Pengasahan dengan Batu Asah:

  • Jika mata bilah sudah rata (flat), langsung naik ke batu grade tinggi antara 5.000–6.000 — sudah cukup untuk standar ketajaman sesuai syariat.
  • Jika mata bilah rusak, harus dibuat ulang mata bilahnya mulai dari grade rendah, biasanya grade 400 atau 800, untuk membuka mata bilah baru.

Penggunaan Sharpening Steel:

Sharpening adalah media asah cepat berbahan besi dengan kekerasan hingga 65 HRC. Cara penggunaannya: gesekkan bilah ke batang sharpening steel secara searah. Media ini sangat efektif digunakan langsung di lokasi penyembelihan.

3. Cara Merawat Bilah Pasca Diasah

Setelah mendapatkan ketajaman yang sesuai syariat, perawatan bilah harus disesuaikan dengan jenis bajanya:

  • Bilah Non-Stainless: wajib diolesi knife oil, wax, minyak singer, atau minyak makan untuk mencegah karat.
  • Bilah Stainless: cukup dikeringkan dengan kain bersih atau tisu setelah digunakan.

4. Cara Menyimpan Bilah

Penyimpanan yang benar akan memperpanjang usia bilah dan menjaga keamanan lingkungan sekitar. Tiga aturan utama menyimpan bilah:

  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Simpan di tempat yang tidak lembab untuk mencegah korosi.
  • Masukkan bilah ke dalam tas/sarung pisau khusus.

Para Narasumber Pelatihan

Kegiatan ini diperkaya dengan kehadiran empat narasumber yang masing-masing membawa keahlian berbeda:

  • Achmad Sholeh — membawakan materi teknis Cara Merawat Bilah (Pisau Sembelih), mulai dari pengenalan jenis baja, teknik pengasahan, hingga penyimpanan yang benar.
  • Ustadz Juliansyah — memberikan penguatan dari sisi syariat penyembelihan halal dan pentingnya niat dalam setiap tindakan seorang Juru Sembelih.
  • Ustadz Al-Bahri — menyampaikan materi terkait aspek keabsahan dan tata cara penyembelihan sesuai fiqih Islam.
  • Ustadz Sahir — berbagi wawasan mengenai manajemen qurban dan pelaksanaan penyembelihan yang tertib, aman, dan sesuai syariat.

Kolaborasi para narasumber dari latar belakang teknis dan keagamaan ini menjadikan pelatihan semakin komprehensif — menyentuh aspek ilmiah sekaligus ruhiyah dalam dunia sembelih halal.

Pelatihan Ini Bernilai Ibadah

Salah satu pesan penting yang disampaikan narasumber: niatkan setiap proses pengasahan sebagai bentuk ibadah sebagai upaya menegakkan syariat Allah SWT. Sekecil apapun pekerjaan yang disandarkan kepada Allah SWT, niscaya akan bernilai ibadah.

Kegiatan syiar sembelih halal ini menjadi bagian dari komitmen JULEHA Kalimantan Utara dalam memastikan setiap proses penyembelihan hewan — terutama menjelang musim kurban — dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat Islam: dengan pisau yang tajam, oleh tangan yang terlatih, dan dengan niat yang lurus.

Tentang JULEHA Indonesia

Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) adalah organisasi profesi yang bergerak di bidang sertifikasi dan pembinaan juru sembelih halal di seluruh Indonesia. Dewan Pimpinan Wilayah JULEHA Kalimantan Utara aktif menyelenggarakan pelatihan, sertifikasi, dan syiar sembelih halal demi menjamin kualitas produk halal dari hulu ke hilir.

Semoga Allah SWT meridhoi segala niat baik kita semua. Aamiin.

hujanassalam

hujanassalam

Penulis di Masjid Hujan Assalam

Semua Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *