Sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat, Anggota DPD RI H. Hasan Basri turut berpartisipasi dalam patungan hewan kurban bersama jamaah Masjid Hujan Assalam Tarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H.
Tarakan — Semangat kebersamaan dalam beribadah kurban terasa kental di Masjid Hujan Assalam Tarakan, Kalimantan Utara. Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) H. Hasan Basri ikut serta dalam patungan hewan kurban bersama jamaah masjid setempat menjelang perayaan Idul Adha 1446 H.
Keikutsertaan H. Hasan Basri dalam skema patungan kurban ini mencerminkan kedekatan sang senator dengan masyarakat Kalimantan Utara bukan sekadar hadir sebagai pejabat, melainkan berbaur langsung sebagai bagian dari jamaah.
Patungan Kurban, Tradisi Kebersamaan Umat
Dalam syariat Islam, ibadah kurban berupa sapi atau kerbau dapat dilaksanakan secara patungan oleh tujuh orang sekaligus. Tradisi ini memungkinkan lebih banyak umat untuk mengambil bagian dalam ibadah mulia tersebut, sekaligus mempererat rasa kebersamaan dan ukhuwah islamiyah di antara sesama jamaah.
H. Hasan Basri memilih bergabung dalam patungan kurban bersama jamaah Masjid Hujan Assalam sebagai wujud nyata kebersamaan, sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam menjalankan ibadah di bulan Zulhijah.
Masjid Hujan Assalam: Pusat Dakwah dan Kegiatan Sosial Tarakan
Masjid Hujan Assalam bukan sekadar tempat salat. Dengan keberadaan Pusat Dakwah dan Baitul Maal Hujan Assalam Indonesia, masjid ini telah menjadi sentra kegiatan sosial-keagamaan yang melayani masyarakat Tarakan secara luas mulai dari pembinaan umat, pengelolaan zakat dan infak, hingga distribusi bantuan kepada kelompok yang membutuhkan.
Keikutsertaan tokoh legislatif seperti H. Hasan Basri dalam kegiatan kurban bersama jamaah dinilai sebagai bentuk nyata sinergi antara wakil rakyat dan institusi keagamaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Makna Berbagi di Hari Raya Kurban
Idul Adha adalah momentum bagi umat Islam untuk menghidupkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan berbagi kepada sesama. Daging kurban yang dihasilkan akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar masjid, khususnya mereka yang kurang mampu, agar kebahagiaan Idul Adha benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan warga Tarakan.
Partisipasi aktif dari berbagai kalangan termasuk para pemimpin dan wakil rakyat dalam tradisi patungan kurban seperti ini diharapkan menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin semangat berqurban setiap tahunnya.

