Santri Pondok Pesantren Hujan Assalam mengikuti pelatihan yang digelar oleh STMIK PPKIA pada sabtu (02/05) di Masjid Hujan Assalam pukul 10 hingga 12 siang. Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri berpengalaman dengan materi yang aplikatif dan relevan bagi kehidupan santri masa kini.
Bahasa Inggris Jadi Pintu Dunia
Nur Faizal, S.S., M.Hum. membuka sesi dengan materi “English for Junior: Improving English Vocabulary”. Para santri diajak memperkaya kosakata bahasa Inggris secara menyenangkan dan interaktif. Kemampuan berbahasa asing dinilai penting agar santri mampu mengakses ilmu lebih luas dan berdakwah di tingkat global.
Barang Bekas Jadi Produk Bernilai
Anwar, S.E., M.M. membawakan materi “Creative Entrepreneurship: Mengubah Barang Bekas di Lingkungan Sekolah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi”. Santri diajak melihat potensi ekonomi dari bahan-bahan tak terpakai di sekitar pesantren. Semangat berwirausaha ini selaras dengan ajaran Islam yang menghargai kerja keras dan kemandirian.
Media Sosial sebagai Ladang Bisnis dan Dakwah
Mohamad Ardi, S.Kom., M.Kom. menutup sesi dengan materi pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran produk kreatif hasil karya santri. Para santri mendapat gambaran nyata bagaimana platform digital bisa menjadi alat bisnis sekaligus ladang dakwah yang efektif. Pemateri menekankan pentingnya konten yang etis dan konsisten dalam membangun kepercayaan di dunia digital.
Sinergi Kampus dan Pesantren
Kolaborasi STMIK PPKIA dan Pondok Pesantren Hujan Assalam ini membuktikan bahwa ilmu perguruan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kuliah. Pesantren pun bukan sekadar tempat mengaji ia adalah tempat mencetak generasi Muslim yang berilmu, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

